Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2020

Konsep Aktivitas Sosial yang Saya Rencanakan

Sebenarnya ini adalah rencana lama. Tetapi belum sempat terealisasi. Saya ingin sekali membuat sebuah sanggar kegiatan anak. Dimana anak-anak dapat bermain, bersosialisasi, belajar banyak hal sesuai minatnya. Tapi, untuk di awal, saya ingin sekali membuat perpustakaan bergerak. Keliling kampung dengan sepeda. Kenapa dengan sepeda? Karena saya suka bersepeda. Demikian juga anak-anak, jadi bisa melibatkan mereka dalam projek ini. Begitu juga membaca, anak-anak paling suka membaca bersama-smaa, apalagi dibacakan. Dulu, waktu di Lhokseumawe, sebulan sekali saya mengundang anak tetangga untuk membaca bersama. Kemudian meminta mereka membaca bergantian dan menceritakan kembali apa yang mereka baca. Kemudian, kami juga bikin kegiatan bermain bersama. Mulai dari memasak sampai bermain dengan origami, plastisin dan slime. Setelah itu diakhiri dengan makan-makan. Makannya bawa masing-masing, kita mencoba budaya Aceh yang sudah terkikis, yaitu 'meramin', makan nasi bersama di tengah alam

Tugas 3 Habituasi SC Ibu Profesional

Perilaku Lingkungan Yang mengkhawatirkan Sudah lama saya memperhatikan lingkungan sekitar. Baik yang terdekat, maupun yang harus saya jangkau dengan kendaraan. Khususunya desa Gla Meunasah Baro, tempat saya tinggal dan Banda Aceh pada umumnya. Ada beberapa poin yang membuat saya khawatir dan ingin melakukan sesuatu di sini. 1. Distribusi pembuangan sampah yang masih sembarangan. 2. Kurangnya minat baca dan belajar pada masyarakat. 3. Kurangnya kemauan berbagi satu sama lain. 4. Kurangnya kemampuan memahami Alquran. Terutama membaca Alquran dengan tajwid yang benar. 5. Kurangnya kesadaran para ortu tentang bahaya gadget sehingga mengizinkan anak bermain handphone berlebihan. Sampai sekarang,  saya belum melakukan apa-apa. Masih sebatas doa saja. Walau, tentu saja saya punya cita-cita ingin sekali berbuat dalam rangka menjadi changing maker diantara ke 5 hal yang telah saya perhatikan dalam masyarakat sekitar saya. Dalam bayangan saya, ingin sekali saya memiliki proyek keluarga yang meli

Kampung Dongeng Aceh

Kampung Dongeng Aceh Kampung dongeng Aceh yang beralamat di Lamgapang, kecamatan Krueng Barona Jaya, Aceh besar. Perintisnya di Aceh adalah Bunda Dayah, lengkapnya Siti Nurhidayah. Banyak sekali kegiatan yang dilakukan oleh kampung dongeng ini selain mendongeng secara rutin dan kadang berkeliling ke sekolah-sekolah. Pernah juga mereka mendongeng di lapangan dalam rangka pengabdian relawan baru.  Dengan adanya kampung dongeng di Aceh, tersedia wadah bagi anak-anak berkreasi dengan bermain, berkarya, bercerita dan lain hal yang dapat mengembangkan potensi anak. Relawan kampung dongeng yang ramah, juga membuat anak-anak nyaman dan betah menghabiskan waktu berlama-lama di sekretariat Kampung Dongeng Oh iya, jika ada acara-acara yang melibatkan anak-anak, Kampung Dongeng juga siap diundang, kok. InsyaAllah akan menceritakan dan menyajikan rangkaian kegiatan menarik untuk anak-anak. Sehingga anak-anak tak hanya terhibur, tapi juga mendapatkan pesan dan wawasan. #materi2 #empati #charity #fil

zam-zam Penyelamat

Zam-zam penyelamat Pagi itu aku keluar dari masjid Nabawi dalam keadaan lapar. Iya, setelah bergumul dalam lautan manusia menuju pintu Raudhah, perutku terasa melilit sekali. Entah berapa gelas air zam-zam yang telah kuhabiskan untuk sekedar mengisi lambung. Setidaknya, cukup punya tenaga untuk kembali ke hotel.  Terus terang, aku merasa sakit. Bukan, bukan pada anggota tubuhku. Melainkan di dalam sana. Ia adalah hati. Ia adalah sesuatu yang jika baik ia, akan baiklah hal lainnya. Jika buruk ia, akan buruklah hal lain pula. Sakit yang kurasakan. Adalah rasa sedih karena tanpa sengaja, saat berlari tadi, aku sempat menabrak seseorang, tanpa sengaja. Namun aku bahkan tak bisa berhenti untuk minta maaf padanya. Tidak bisa, dalam lautan manusia yang hanya mementingkan diri sendiri semua. 'Ini baru di dunia, bagaimana pula di Yaumil masyar kelak' batinku saat itu. Semua manusia saling cuek. Yang penting dia bisa masuk dan mendekati tepi kubur Nabi terlebih dulu. Tak peduli siapa men